oleh

Bejat, Akibat Nilai Rendah Mahasiswi Manado Diperkosa Ayah Kandungnya

MANADO,BB — Miris, sosok ayah merupakan sosok yang sangat penting dalam hidup seorang anak. Selain menyanyangi dan memberikan hidup yang layak kepada anaknya sosok ayahpun wajib menafkahi anak-anaknya.

Tapi apa yang terjadi di Manado, Sulawesi Tengah sungguh menyayat hati. Seorang ayah tega memerkosa anak kandungnya sendiri.

Gadis berinisial K ini mengungkapkan semua kepedihan yang dialaminya.

Mahasiswi semester akhir ini menceritakan perisitiwa ini berawal dari sang ayah mengetahui nilai kuliahnya rendah.

Sang Ayah mengetahui perolehan nilai dari teman korban.

Korban yang berada di kampus ditelepon ayahnya dan disuruh datang ke sebuah rumah tempat ayahnya bekerja.

“Teman saya yang melapor kepada ayah bahwa nilai saya rendah. Saya dihubungi untuk pergi ke perumahan. Saya sudah alasan bahwa sementara tunggu dosen. Ayah sampaikan nanti dia yang akan mengantar usai bertemu dengannya,” ujarnya kepada tribunmanado.co.id, pada Selasa (11/06/2019).

Setibanya di rumah tersebut, tersangka bukan menasehati atau memarahinya soal hasil nilai ujian tersebut. Ayahnya malah memaksanya untuk berhubungan intim.

Korban menolak keinginan bejat sang ayah, tersangka tetap memaksa untuk melayaninya.

“Saya sampaikan kepada ayah bahwa sementara datang bulan, namun dia tetap memaksa, hingga kejadian tersebut terjadi,” ujar korban.

Mata K tampak mulai berlinang air mata saat berusaha menceritakan peristiwa kelam tersebut.

Korban mengungkapkan ayahnya menyetubuhinya kurang lebih 10 Menit dalam sebuah rumah di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) Kota Manado.

Korban memperlihatkan surat laporan ke Polda Sulut atas peristiwa yang dialaminya tersebut.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Manado, laporan korban kepada dituangkan dalam laporan polisi LP/372//V/2019/SULUT/SPKT tanggal 14 Mei 2019

Pernah dilakukan sebelumnya

Kejadian pemerkosaan ini ternyata bukan yang pertama. Namun sudah dilakukan sebelumnya pada tahun 2011.

TRENDING :  Hutan Mangrove Tongke-Tongke Keciprat Dana 3,1 Milyar Rupiah

Korban menceritakan kala itu, dia sementara berada dalam kamar, tiba-tiba pelaku masuk dan meminta berhubungan intim.

“Saya sempat menolak, sampai ada satu kata yang membuat saya tidak mengingatnya. Tiba-tiba saya langsung mengikuti permintaan ayahnya,” terang korban

“Dalam satu minggu boleh dua kali ayah saya melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Pelaku Dikenakan Wajib Lapor

Korban mengeluhkan kinerja kepolisian yang tidak menahan pelaku, padahal sebelumnya dirinya bersama keluarga sudah melaporkan kejadian ini di Polda Sulut.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Manado, laporan korban kepada dituangkan dalam laporan polisi LP/372//V/2019/SULUT/SPKT tanggal 14 Mei 2019

Korban menyebut tersangka tak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

“Saya pun heran kenapa hanya wajib lapor, padahal dia sudah melakukan seperti ini. Saya lihat sendiri dia ada di luar.
Pas di muka kantor polisi, saya lihat ayah saya sudah pulang,” jelas korban.

Ia pun menjelaskan bahwa ayahnya pernah mencarinya di rumah untuk bertemu, namun ia takut dan tertekan.

“Saya takut dan tertekan pak, bahkan saya takut masuk kuliah padahal saya sudah semester akhir,” ungkap mahasiswi di perguruan tinggi di Manado ini.

Sumber: tribunmanado.co.id

Editor: Muh. Asdar

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU