oleh

Polsek Percut Sei Tuan Bantah Tudingan ‘Tangkap Lepas’ Kasus Narkoba

IBC, MEDAN – Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto membantah tudingan yang menyebut pihaknya telah melepas seorang bandar sabu dengan tebusan Rp.30 juta.

Bantahan tersebut disampaikan dikarenakan adanya pemberitaan di salah satu media massa yang mengatakan Polsek Percut Sei Tuan diduga ‘tangkap lepas’ tersangka narkoba yang sebelumnya ditangkap di salah satu cakruk Pasar 16 Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Minggu 26 Mei 2019 lalu.

Subroto mengatakan mengatakan kronologinya pada 26 Mei 2019 lalu polisi melakukan penggeledehan di salah satu cakruk dan hanya Riki yang tidak melarikan diri.

“Adapun kronologi kejadiannya adalah pada tanggal 26 Mei 2019 sekira pukul 17.00 WIB dilakukan penggerebekan terhadap salah satu Cakruk di Desa Kolam yang pada saat itu banyak orang berada di cakruk tersebut. Pada saat petugas mendatangi cakruk banyak orang yang belarian namun ada 1 orang yang tidak melarikan diri dari lokasi mengaku bernama Riki.” kata Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Subroto melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Indonesia Berita, Selasa (11/6/2019) sore

Selanjutnya Subroto menjelaskan petugas menggeledah badan Riki namun tidak ditemukan bukti baik narkoba maupun benda lain yang melanggar hukum.

“Namum petugas menemukan plastik klip kecil kosong di seputaran cakruk yg berjarak 2 meter dari Riki. Selanjutnya Riki diamankan dan dibawa ke polsek, sesampainya di Polsek Riki diintrogasi dan dari hasil introgasi Riki menjelaskan bahwa ianya tidak ada keterlibatan dengan Narkotika.” jelasnya.

Dirinya menambahkan penyidik memulangkan Riki yang ditangkap lantaran tidak terlibat dengan narkotika. Bahkan, perwira berpangkat melati satu ini juga menegaskan tidak ada meminta atau pun menerima mahar Rp.30 juta dari keluarga Riki.

TRENDING :  Juara Umum Lagi, Sinjai Utara Borong 4 Medali Bola Basket

“Penyidik menghubungi keluarganya dan meminta untuk datang esok hari, selanjutnya pada tanggal 27 Mei 2019 pukul 16.00 WIB Riki diserahkan dan dikembalikan kepada pihak keluarga dengan tidak ada memberikan mahar apapun.” tambahnya.

Namun menurut Subroto beberapa media sempat menulis bahwa kepulangan Riki yang disebut sebagai bandar narkoba setelah memberi mahar senilai Rp30 juta kepada pihak Polsek Percut Sei Tuan.

“Jadi berita itu tidak benar. Kita klarifikasi supaya yang lain tahu.” pungkas mantan Kasubbag Humas Polrestabes Medan ini.

Penulis : Rudolf Tobing

Editor : YES

Berita ini telah tayang di Situs Berita INDONESIA BERITA

#wpdevar_comment_1 span,#wpdevar_comment_1 iframe{width:100% !important;}

loading…

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA KABAR SINJAI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU