oleh

Miris, Anak Usir Ibunya, Ditemukan Kapolsek, Ceritanya Bikin Nangis

SINJAI, BB – Kemana lagi  wanita lansia ini harus pergi membawa hatinya yang malang. Hidupnya bagai fatamorgana, dengan melangkah tertatih panas kepanasan hujan-kehujanan hanya beratap langit berlaskan tanah. Minggu (7/7/2019)

Beginilah nasib Nenek Daeng Ngai (70). Menceritakan nasibnya kepada  Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sinjai Barat AKP Kasri yang menemukan dirinya saat dalam kebingungan.

Dia ke Kabupaten Sinjai lantaran mencari anak perempuannya bernama Ani. Sebenarnya nenek Ngai ini enggan menceritakan mengenai nasib yang dialaminya.

Dia beranjak dari Kabupaten Gowa berjalan kaki ke Sinjai dengan jarak 200 km untuk mencari anak perempuannya bernama Ani.

Namun karena dirinya diperlakukan oleh Kapolsek  sebagai ibu. Terungkaplah bahwa dirinya meninggalkan rumah anaknya di Paggentungan, Kabupaten Gowa karena diusir.

Dg Ngai kepada Kapolsek menyebutkan bahwa ia memiliki enam orang anak. Tiga dari enam anaknya itu berdomisili di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), satu orang di Palopo Bone, satu orang di Paggentungan Gowa, sementara satunya yakni Ani sejauh ini tak mengetahui keberadaannya.

Sebelumnya, wanita lansia itu ditemukan oleh Kapolsek Sinjai Barat AKP Kansir yang sementara melakukan tugas rutin di wilayah hukumnya.

Perwira polisi itu ibah melihatnya sehingga langsung merangkulnya. Seraya lalu mengajak bercengkrama. Dan memperlakukannya sebagai ibunya. Ia lalu duduk makan bersama-sama sambil bercengrama.

Usai bercengkrama Nenek Ngai merasa capek duduk dan hendak berdiri. Kapolsek pun tanpa malu mengenakan sandal dikaki Nenek Ngai hingga Nenek Ngai terenyuh  diperlakukan bagai ibu sendiri yang sejatinya anaknya yang ia harap  memperlakukannya.

Darisinilah hingga Nenek Ngai menceritakan kisah mirisnya itu. Mencari anak perempuannya bernama Ani yang tak diketahui keberadaannya setelah dirinya diusir oleh anak laki-lakinya.

TRENDING :  Rutin Lakukan Operasi, Satlantas Polres Gowa Catat 105 Pelanggar

Sementara itu Kapolsek Sinjai Barat AKP Kasri mengatakan, Nenek malang itu diterlantarkan oleh anaknya, Senin (8/7/2019). Itu diungkapkan saat ia menceritakannya.

“Kami menemukannya saat melaksanakan hunting  di wilayah hukum kami dan melihatnya berjalan kaki sesekali ia mengusap air matanya. Saya lalu bertanya ke warga mengenai Nenek tersebut. Warga pun mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya Nenek itu mondar-mandir dalam kebingungang,” ujar Kapolsek

Dia melanjutkan, jika dirinya langsung menghampirinya. Namun Nenek tersebut merasa takut.

“Setelah berhasil kami bujuk selanjutnya membawanya ke kantor ( Mapolsek Sinjai Barat ), setiba di kantor langsung kami makan bersama sambil bercengkrama, saat itulah sang Nenek menyebutkan identitasnya dan menceritakan kisah mirisnya,”beber Kapolsek.

Kendati demikian mencaritahu keberadaan keluarga Nenek Ngai. Ia menghimbau agar masyarakat yang kehilangan keluarganya, sekiranya menghubungi Polsek Sinjai Barat Polres Sinjai serta Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Sinjai.

” Untuk saat ini kami serahkan pihak Dinas Sosial Pemkab Sinjai, disamping itu kami dan Dinsos Sinjai mencari keberadaan keluarganya,”  AKP Kasri menandaskan.

Editor : Arjuna Sakti

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU