oleh

Bersama NASA, Kembalikan Kejayaan Vanili Sebagai Emas Hijau di Sinjai

SINJAI, BB — Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, yang selama ini dikenal memiliki komoditas unggulan di bidang perkebunan, antara lain cengkeh, lada, kopi dan tembakau, masih menjadi geliat petani dalam bercocok tanam.

Selain itu, komoditas seperti vanili sebenarnya juga merupakan komoditas unggulan di daerah sinjai tersebut pada 20 tahun yang lalu, namun budi daya komoditas yang dijuluki emas hijau itu karena harganya yang mahal itu kemudian meredup.

Selama ini faktor yang membuat para petani enggan membudidayakan vanili bukan masalah teknis penanaman maupun pemeliharannya, melainkan berkaitan dengan faktor anjloknya harga vanili dan tidak ada harga jualnya.
Namun akhir-akhir ini para petani mencoba membangkitkan kembali budi daya tanaman itu karena harganya yang kini mulai cukup mahal.

Imran salah satu petani vanili di Dusun Manimpahoi, Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah, mengatakan dalam dua tahun terakhir pihaknya sudah merintis budi daya tanaman vanili sebanyak 100 pohon di belakang rumahnya dan bulan Maret yang lalu sudah panen vanili basah berkisar 50 kg dengan harga Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per kilogram, sedangkan harga vanili kering Rp 4.000.000 per kilogram yang di tawarkan oleh pembeli dari Makassar.

“Ada beberapa permasalahan yang dihadapi petani vanili, antara lain masih adanya hama atau penyakit yang disebabkan oleh penyakit busuk batang yang disebabkan oleh jamur,” ungkapnya, minggu (14/7/19)

Olehnya itu, kata Imran, Untuk menggalakkan kembali vanili di masyarakat Sinjai Ia mengundang langsung PPL dari PT NATURAL NUSANTARA (NASA), guna meningkatkan produksi dan menanggulangi penyakit busuk batang.

Ppl PT NASA Sumardi S.P menyampaikan ke pada petani kunci keberhasilan tanaman vanili adalah pemupukan dengan pengendalian hama dan penyakit, untuk pemupukan vanili ada 3 produk pupuk untuk aplikasi semprot menggunakan POC dan Hormonik dan untuk aplikasi kocor atau penyiraman menggunakan Power Nutrition, Adapun untuk pengendalian hama dan penyakit menggunakan fungisida organik Natural Glio. (An)

TRENDING :  Dua Jam Sinjai Diguyur Hujan Dan Angin Kencang, Sejumlah Ruas Jalan Banjir Serta Pohon Tumbang

Editor : Muh. Asdar

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU