oleh

Ditendang Lalu Ditahan, Kordinator Aliansi Matteko Mengecam Kepolisian

GOWA, Suara Jelata — Puluhan warga dan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Matteko Menjemput Keadilan (AMMK) menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Jalan Usman Salengke, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kamis, (8/8/2019).

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan dalam rangka sidang pembacaan putusan kasus tindak pidana perambahan hutan terhadap enam orang terdakwa Masyarakat Adat Matekko, Kabupaten Gowa.

Humas AMMK, Muhaimin Arsenio menilai bahwa enam Masyarakat Adat Matteko yang kini berstatus terdakwa, ditahan menggunakan Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H).

Namun, aksi unjuk rasa rupanya dihalangi personel Polres Gowa lantaran ketiadaan surat izin.

Humas AMMK membantah, karena awalnya tidak diizinkan, lalu mereka kemudian bersurat secara tertulis ke Polres Gowa sebagai pemberitahuan aksi.

Setelah itu Aliansi Matteko Menjemput Keadilan kembali melakukan aksi sekitar Pukul 13.50 Wita di pelataran Pengadilan Negeri Sungguminasa Gowa.

Setelah beberapa menit melaksanakan unjuk rasa tiba-tiba pihak keamanan langsung merepresif peserta aksi.

Dari situ, Kordinator Lapangan (Korlap) AMMK, Sholeh Solihin mengecam keras tindakan aparat Kepolisian Polres Gowa yang telah merepresif para peserta aksi.

“Perlakuan polisi itu kepada saya sediri dan peserta aksi demonstrasi tidak mencerminkan perilaku penegak hukum yang baik dan lebih pada bentuk premanisme,” ungkapnya.

Lihin sapaannya menilai bahwa hal tersebut semakin memperburuk citra Kepolisian RI di mata masyarakat luas karena mempertontonkan kekerasan secara langsung di muka umum.

“Todak ada atarun apapun yang melegalkan kekerasan sebagai bentuk penyelesaian masalah, dan di lain sisi saya masih sementara bernegosiasi tetapi pihak dari Kepolisian tiba-tiba menarik saya, sambil melayangkan pukulan dan tendangan ke Hidung, Mata, dan Bahu saya,” ujar Solihin, Korlap AMMK.

TRENDING :  Pohon Pengancam ‘Nyawa’ Pengendara di Kota Sinjai Dipangkas

Pada aksi tersebut, ada sebanyak empat orang masyarakat yang diamankan oleh aparat Polres Gowa ke Mapolres Gowa, Jalan Syamsuddin Tunru, Gowa.

Keempat orang itu yakni, Ilham Pers Kampus, Firdaus Warga Matteko, Solihin AMAN Sulsel, dan Alan Mahasiswa.

Namun sekitar pukul,16.00 Wita keempat peserta aksi tersebut dibebaskan oleh aparat kepolisian dari Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan.

 

Loading…
loading…
  • Whatsapp

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA SUARA JELATA

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU