oleh

Kisah Pasutri Tua Hidup Di Gubuk Renyot, Kini Rumahnya Di Bedah Pemerintah. ‘Terima Kasih Pak Wartawan’

Paparazziindo.com — Masih ingat pasutri tua, Bato (74) dan Dawa (65) yang tinggal disebuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta berjuang hidup serba kekurangan di Kampung Toribi, Desa Kalobba, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sebagaimana diberitakan sebelumnya ‘Tinggal Di Gubuk Reyot Tanpa BPNT’?

Kini mereka bisa tersenyum bahagia lantaran impian untuk memiliki rumah layak huni akhirnya terwujud. Rumah yang dulunya berdinding kayu/seng, tampak dibedah oleh Pemerintah.

Rumah nenek Bato dan Dawa sebelum di bedah. (Ashari/Paparazziindo.com).

“Syukur alhamdulillah sementara direhab, terima kasih pak wartawan,” ucap salah satu keluarga nenek Dawa, Rauf kepada Paparazzi melalui sambungan telepon.

Terpisah, Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, Anshar Arsyad mengatakan, pengerjaan bedah rumah nenek Bato dan Dawa adalah salah satu dari seratusan RTLH se-Kabupaten Sinjai yang mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dibiayai APBN melalui Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI.

“Bedah rumah ini sementara berjalan di 8 kecamatan yang jumlahnya 150 unit. Tiap unitnya diberi bantuan senilai Rp. 17,5 Juta. Semoga dengan adanya bantuan tersebut dapat mengurangi RTLH di Kabupaten Sinjai,” terang Anshar yang dikonfirmasi via whatsApp, Sabtu (24/8/2019).

“Bantuan dari Kementerian ini, juga sesuai data yang diusulkan oleh Pemerintah Desa dan Dinas Sosial Sinjai,” tambahnya.

Sementara Kepala Desa Kalobba, Taufik yang coba dikonfirmasi via telepon dengan adanya bedah rumah bagi warga miskin di daerahnya tidak memberikan respon alias tidak tersambung.

(Ashari)

#wpdevar_comment_1 span,#wpdevar_comment_1 iframe{width:100% !important;}

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA PAPARAZZIINDO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU