oleh

Bupati Sinjai Letakkan Batu Pertama Program KOTAKU Senilai 2 M

Paparazziindo.com — Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa melakukan peletakan batu pertama Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Area Pelabuhan Larea-Rea Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Senin (9/9/2019).

Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa saat meletakkan batu pertama program KOTAKU di Kelurahan Lappa, Sinjai. (Foto : istw).

Kegiatan yang merupakan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) KOTAKU oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI, Dirjen Cipta Karya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sinjai ini, turut disaksikan Ketua DPRD Sinjai Abd. Haris Umar, Sekda Akbar Mukmin, Forkopimda, OPD, Koordinator 4 Wilayah KOTAKU, dan para Stakeholder.

“Program ini merupakan salah satu dari sekian banyak program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sinjai. Harapannya terjalin sinergitas dengan masyarakat maupun kelompok peduli dalam peningkatan kualitas lingkungan permukiman yang berkelanjutan,” kata Andi Seto.

“Semoga kedepannya, bantuan pemerintah dalam hal penanganan kumuh, bisa mencakup semua wilayah di Kabupaten Sinjai,” tambahnya.

Sementara Plt. Camat Sinjai Utara, Andi Jefriyanto Asapa mengatakan, tujuan dari kegiatan ini merupakan sosialisasi sekaligus silaturrahim. “Penyerahan bantuan pemerintah kepada masyarakat secara simbolis untuk di Kelurahan Lappa,Balangnipa, dan Bongki ini, sejalan dengan visi misi ‘Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Sarana atau Prasarana Publik serta Infrastruktur Wilayah dalam Mengoptimalkan Perkembangan Wilayah dan Konektivitas Antar Wilayah,” jelasnya.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen KOTAKU dari Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkintan) Sinjai, Andi Bunga yang ditemui Paparazzi mengatakan menuturkan bahwa besaran anggaran yang dikucurkan di Tahun 2019, bersumber dari APBN sebanyak 3,5 Milyar.

“Kelurahan Lappa 2 M, Bongki 1 M, dan Balangnipa 500 Juta. Sandaran perahu, penataan jalan lingkungan, drainase, menara air, dan taman bermain anak adalah program yang harus terealisasi di kegiatan ini. Karena anggaran yang diperoleh masih minim, sehingga yang diprioritaskan sesuai kebutuhan. Semoga kedepannya, pengusulan proposal program ini bisa meningkat dan mendapatkan dana 10 M dari pusat. Agar kota kumuh 100,0,100 bisa tuntas di 2020,” ucapnya.

TRENDING :  BI Predisi Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Capai 2,5 Persen di 2019

(Elang Suganda)

#wpdevar_comment_1 span,#wpdevar_comment_1 iframe{width:100% !important;}

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA PAPARAZZIINDO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU