oleh

Pasutri di Tamalanrea Dianiaya Tetangga Gegara Tak Terima Ditegur

MAKASSAR, BB — Seorang pria digiring ke ruangan penyidik Mapolsek Tamalanrea. Pria tersebut dihadapkan dengan laporannya dalam tindak pidana penganiayaan berat (Anirat).

Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsul Bakhtiar mengatakan, pria berinisial MF (25), dilakukan pemeriksaan oleh penyidik berdasarkan perbuatannya yang telah memarangi korbannya, pada hari Senin (9/9) yang tak lain adalah tetangga kos-kosannya.

“Jadi sebelumnya anggota Polsek Tamalanrea menerima aduan oleh warga adanya insiden penganiayaan di sebuah kos-kosan di wilayah hukum kami (Tamalanrea), unit Reksrim yang dipimpin Kanit Reksrim Iptu Amrullah Setiawan menindaklanjuti aduan warga, setiba di tempat kejadian perkara (TKP), langsung mengambil keterangan saksi- saksi,” kata Kompol Syamsul Bakhtiar yang dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019)

Dari TKP sambung Kapolsek, setelah identitas pelaku dikantongi, selanjutnya tim Resmob Polsek Tamalanrea menyelidiki keberadaan pelaku. Alhasil proses penyelidikan berbuah hasil pelaku diketahui tengah berada dirumah orang tuanya di Jalan Selayar, Perumahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.

“Sebuah rumah di Jalan Selayar dikepung. Pelaku tanpa perlawanan langsung dibekuk, selanjutnya digiring ke Makopolsek Tamalanrea untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terang Kapolsek.

Menurut informasi kata Kapolsek, bahwa motif penganiayaan karena pelaku tak terima kekasihnya ditegur oleh istri korban.

“Hanya gegara kekasih pelaku ditegur oleh istri korban yang merupakan tetangga kos-kosannya. Pelaku tak terima ditegur hingga tersulut emosi ke istri korban. Dia (Pelaku) langsung menampar istri korban dan melempari sandal,” jelas Kompol Syamsul.

Korban berinisial MA melihat istrinya dianiaya. Ia pun menegur pelaku. Namun pelaku yang terlanjur gelap mata. Ia lalu mengambil sebilah parang lalu menyerang korban.

“Sebilah parang diayunkan pelaku menghunuskan tubuh korban seketika korban berlari sempoyongan seketika jatuh tersungkur bersimbah darah,” kata Kompol Syamsul.

TRENDING :  Kapolres Gowa Jenguk Anggota yang Sakit Pasca Pengamanan TPS

Beruntung warga sambungya pada berdatangan lalu mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Wahidin, pelaku pun kabur.

“Akibat insiden itu korban menderita luka sayatan pada bagian punggung dan tangan sebelah kanan. Kini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin sehingga belum dimintai keterangannya,” terang Kapolsek.

Atas perbuatan pelaku tegas Kapolsek maka ia terancam dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang penganiayaan berat.

“Karena mengakibatkan korban terluka maka pelaku dijerat pada pasal 351 ayat 2 KUHP. Dengan ancaman pidana penjara paking lama lima tahun,” tegasnya.

Penulis : Ismar

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ARTIKEL TERDAHULU