oleh

8 Cara Menghindari Pergaulan Bebas (Sebelum Terlambat!)

loading...
cara-menghindari-pergaulan-bebas-doktersehat

DokterSehat.Com – Di era yang semakin modern ini, pergaulan bebas seakan makin tidak terkontrol. Anak remaja menjadi kelompok usia yang paling rentan terjerumus ke dalam pergaulan bebas tersebut yang lantas bisa saja bertahan sampai ia sudah beranjak dewasa. Para orang tua sudah selayaknya melindungi anak agar tidak terdampak bahaya pergaulan bebas. Bagaimana cara menghindari pergaulan bebas?

Apa Itu Pergaulan Bebas?

Pergaulan bebas umumnya diasosiasikan sebagai suatu sikap atau tindakan yang mana tindakan tersebut melebihi batas nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Pada lingkup tatanan sosial dan budaya Indonesia, pergaulan bebas merujuk pada sejumlah tindakan seperti:

  • Seks pranikah
  • Konsumsi narkoba
  • Konsumsi alkohol

Remaja adalah golongan usia yang berpotensi menerapkan gaya hidup bebas, utamanya seks pranikah. Survei yang dilakukan Center for Diseases Control and Prevention pada tahun 2011 menemukan sekitar 33 persen remaja AS pernah melakukan hubungan seks pranikah.

Gejolak muda yang ditandai dengan tingginya rasa ingin menjadi alasan mengapa remaja mudah sekali untuk masuk ke dalam perangkap pergaulan bebas.

Cara Menghindari Pergaulan Bebas (Panduan Orang Tua ke Anak)

Mayoritas anak-anak yang terjerumus ke lembah pergaulan bebas disebabkan oleh kurangnya pengawasan dan perhatian dari orang tuanya.

Oleh sebab itu, merupakan suatu kewajiban bagi para orang tua untuk senantiasa mengawasi putra dan putrinya agar jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai norma dan merugikan dirinya sendiri.

Berikut adalah panduan cara menghindari pergaulan bebas yang bisa Anda terapkan pada anak.

1. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Anak

Komunikasi adalah kunci utama di segala aspek relasi sosial, tak terkecuali relasi di dalam keluarga antara orang tua dengan anak. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga menjadi cara mencegah pergaulan bebas.

Sesibuk apapun diri Anda dengan urusan kantor, dan sang buah hati dengan urusan sekolahnya, usahakan untuk meluangkan waktu (misalnya malam hari sebelum tidur) bersamanya guna menjaga komunikasi tetap berjalan baik. Anda bisa menanyakan apa saja kegiatannya hari ini di sekolah, dengan siapa saja ia bermain, dan sebagainya.

TRENDING :  Waspada Urine Berbusa, Bisa Jadi Alami Gangguan Ginjal Kronis

Pastikan untuk membangun suasana pembicaraan yang cair alih-alih kaku apalagi intimidatif. Hal ini agar anak bisa benar-benar terbuka dengan Anda. Setelah itu, berikan pengertian kepadanya seputar fenomena pergaulan bebas beserta dampak negatifnya bagi kehidupan.

2. Awasi Pergaulan Anak Sehari-hari

Cara menghindari pergaulan bebas pada anak selanjutnya adalah mengawasi pergaulannya sehari-hari.

Bukan bermaksud mengekang atau membatasi, Anda hanya perlu untuk mengawasi dengan siapa saja ia bermain. Terlalu mengekang juga tidak baik karena semakin dikekang, anak dikhawatirkan akan semakin memberontak.

Anda bisa menjalin relasi dengan teman-teman sepermainan anak guna semakin mengenali siapa saja orang-orang yang ada di sekitarnya sehari-hari. Dengan begitu, pengawasan menjadi lebih efektif.

3. Edukasi Seks Sejak Dini

Usia remaja memang menjadi masa di mana seorang anak mulai ‘penasaran’ dengan sesuatu yang berbau seksual. Namun tidak perlu khawatir karena sesungguhnya ini merupakan suatu kewajaran dalam periode pubertas.

Alih-alih cemas, memberikan edukasi tentang seks kepada anak adalah cara mencegah pergaulan bebas datang kepadanya. Singkirkan pola pikir bahwa seks adalah hal yang tabu untuk dibicarakan apalagi kepada anak-anak.

Memilih untuk diam soal seks kepada anak hanya akan membuat anak tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang seks. Dikhawatirkan, ia akan mencari tahu sendiri lewat pelbagai media seperti media sosial, situs internet, hingga teman sepermainan. Hal inilah yang lantas berpotensi menyebabkan anak terjerumus ke dalam perilaku seks bebas.

Pendidikan seks sejak dini penting untuk diberikan. Tak hanya sebagai cara menghindari pergaulan bebas itu sendiri, edukasi seks kepada anak bertujuan untuk membuatnya mengerti bagaimana menjaga kesehatan organ reproduksi, pun mencegah ia mengalami tindakan pelecehan seksual yang semakin marak terjadi.

TRENDING :  Selama 40 Tahun, LPM Berkontribusi untuk Dunia Fashion Indonesia

4. Mendorong Anak Mengembangkan Minat & Bakat

Pergaulan bebas juga bisa dipicu oleh kurangnya aktivitas yang dilakukan anak. Akibat tidak ada aktivitas, anak cenderung akan merasa jenuh dan mencari pelampiasan untuk mengusir rasa jenuhnya tersebut.

Seks dan penyalahgunaan narkoba adalah 2 (dua) hal yang berpotensi dijadikan medium pelampiasan. Berawal dari coba-coba, akhirnya anak menjadi kecanduan dan sulit lepas dari keduanya.

Sebelum terjadi, cara menghindari pergaulan bebas yang satu ini adalah dengan mendorong anak untuk mengisi kegiatan dengan hal-hal yang positif seperti mengembangkan minat dan bakat yang ia miliki.

Misalnya anak suka dan memiliki potensi di bidang musik, maka berikan dukungan kepadanya dengan cara memberikan alat musik yang disukai hingga mendaftarkannya ke kursus musik.

5. Buat Aturan di Rumah

Membuat aturan di dalam rumah menjadi cara menghindari pergaulan bebas lainnya yang bisa Anda terapkan. Namun pastikan aturan yang dibuat tidak terkesan otoriter dan malah mengekang kebebasan anak.

Peraturan-peraturan yang dimaksud misalnya anak tidak boleh pulang lebih dari jam 9 malam. Berikan pengertian pada anak mengapa Anda harus menerapkan aturan ini. Toh, ini untuk keselamatan dirinya sendiri, bukan? Selama Anda bisa menyampaikannya dengan baik, niscaya anak akan mengerti.

Cara Menghindari Pergaulan Bebas (Untuk Anak Remaja)

Pengawasan dan perhatian orang tua dalam mencegah pergaulan bebas tentu akan sia-sia jika dari anak sendiri tidak ada niat dan usaha untuk menghindari pergaulan bebas tersebut.

Berikut adalah tips atau cara menghindari pergaulan bebas bagi Anda para remaja calon pemimpin Bangsa.

1. Mengetahui Bahaya Pergaulan Bebas

Mengetahui apa saja bahaya pergaulan bebas menjadi cara menghindari pergaulan yang bebas yang efektif.

Sebagaimana diketahui, pergaulan bebas hanya akan membawa kerugian pada diri sendiri. Kerugian-kerugain tersebut bahkan bisa menjadi sangat berbahaya. Bahaya pergaulan bebas seperti:

  • Kehamilan yang tidak diinginkan
  • Kecanduan narkoba
  • Kecanduan alkohol
  • Terjerat hukum pidana
  • Masa depan terganggu
TRENDING :  Phobia Darah: Ciri, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Dengan mengetahui bahaya pergaulan bebas tersebut, Anda jadi bisa lebih mengontrol diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan amoral tersebut.

2. Melakukan Kegiatan Positif

Melakukan kegiatan-kegiatan positif juga menjadi cara menghindari pergaulan bebas yang bisa cukup ampuh.

Anda bisa mengalihkan keinginan-keinginan untuk melakukan suatu hal yang negatif dengan pelbagai cara misalnya olahraga, bermain musik, hingga memperdalam agama.

3. Berani Menolak

Anda tidak dilarang untuk berteman dengan siapa saja, namun Anda berhak untuk mengatakan tidak apabila teman-teman hendak mengajak Anda untuk melakukan aktivitas-aktivitas negatif seperti mengonsumsi alkohol, narkoba, atau seks bebas.

Sekalipun teman-teman menjauhi, tak perlu takut karena sesungguhnya ini adalah cara agar Anda tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang nantinya bisa merugikan diri sendiri.

Itu dia beberapa tips atau cara menghindari pergaulan bebas. Masa depan ada pada diri sendiri, tinggal memilih ingin memiliki masa depan yang cerah atau suram. Semoga bermanfaat!
Sumber:

  1. Anonim. What do you do if your teenager is promiscuous? https://lifestyle.howstuffworks.com/family/parenting/tweens-teens/teenager-is-promiscuous.htm (Diakses pada 1 Oktober 2019)
  2. Anonim. Teen Substances & Risks. https://www.cdc.gov/features/teen-substance-use/index.html (Diakses pada 1 Oktober 2019)
  3. Daniels, A. How to Keep Teens from being Promiscious? https://living.thebump.com/keep-teens-being-promiscuous-6417.html (Diakses pada 1 Oktober 2019)

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA DOKTER SEHAT

loading...

Komentar

ARTIKEL TERDAHULU