oleh

Awas, Mesin Cuci Juga Bisa Menjadi Sumber Penyakit

mesin-cuci-doktersehat
Photo Source: Flickr/dejankrsmanovic

DokterSehat.Com– Mesin cuci kini telah menjadi salah satu kebutuhan rumah tangga yang sangat dibutuhkan. Tanpa perlu kerepotan atau menghabiskan waktu, kita tinggal menempatkan pakaian atau kain-kain kotor lainnya di dalam mesin cuci dan beberapa saat kemudian pakaian-pakaian tersebut bersih. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut penggunaan mesin cuci berpotensi menjadi sumber penyakit.

Meskin Cuci Bisa jadi Sarang Penyakit

Sebuah penelitian terbaru menghasilkan fakta tentang sisi lain dari mesin cuci, yakni adanya kemungkinan penggunaan peralatan elektronik ini bisa memicu penyebaran bakteri pada berbagai pakaian yang dicuci di dalamnya.

Masalahnya adalah terkadang pakaian-pakaian ini tidak hanya dipakai oleh orang dewasa yang sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Seringkali pakaian bayi atau balita juga dicampur dengan pakaian orang dewasa. Mengingat kini juga ada banyak mesin cuci yang membuat pakaian bisa langsung dipakai tanpa perlu dijemur di bawah sinar matahari, bisa jadi pakaian ini langsung dikenakan oleh bayi atau balita dan membuat mereka rentan terkena penyakit.

Dalam penelitian yang dilakukan di Jerman ini, dihasilkan fakta tentang kasus pertama tentang penyebaran bakteri pada bayi yang baru lahir di rumah sakit yang ada di Jerman akibat mengenakan pakaian yang dicuci di dalam mesin cuci.

Penulis penelitian ini adalah Riarda Schmithausen yang berasal dari Institut for Hygiene and Public Halth, University Hospital Bonn, Jerman. Dia cukup terkejut karena hal ini disebabkan oleh penggunaan pakaian yang dicuci di mesin cuci rumah tangga, bukannya mesin cuci umum.

Penggunaan suhu air di dalam mesin cuci yang lebih rendah, bukannya air panas, ternyata berpengaruh besar dalam membuat pakaian-pakaian yang dicuci di dalamnya dipenuhi oleh berbagai macam bakteri atau pathogen berbahaya.

TRENDING :  Penyebab dan Dampak Hujan Asam, Berbahayakah untuk Kesehatan?

Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal yang berjudul Applied and Environmental Microbiology ini, dihasilkan fakta bahwa kulit sang bayi terpapar bakteri Klebsiella Oxytoca, bakteri yang bisa memicu infeksi yang cukup serius.

“Mesin cuci hanya dirancang untuk membuat kotoran dan aroma tidak sedap pada pakaian menghilang, bukannya untuk mensterilkan pakaian dari bakteri karena tidak memakai air yang panas,” ucap salah satu peneliti lainnya, Amesh Adalja.

Hanya saja, Amesh menyebut kita tidak perlu khawatir berlebihan dalam menggunakan mesin cuci. Asalkan kita memisahkan beberapa pakaian yang dianggap bisa menularkan bakteri seperti celana dalam dari pakaian lainnya. Proses penularan bakteri ini sebenarnya bisa dicegah.

Pakaian yang Tidak Disarankan untuk Dicampur dengan Pakaian Lainnya di Mesin Cuci

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak memasukkan pakaian-pakaian ini bersama dengan pakaian lainnya di mesin cuci.

  1. Celana Dalam

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sebaiknya kita mencuci celana dalam secara terpisah atau mencucinya secara manual saat mandi alih-alih mencampurnya ke mesin cuci, apalagi jika di pakaian yang akan dicuci terdapat pakaian bayi atau balita.

Celana dalam berpotensi memiliki bakteri, jamur, hingga kotoran lainnya yang berasal dari anus atau hal-hal lainnya yang bisa saja menyebabkan datangnya penyakit.

  1. Pakaian Berbahan Bulu Binatang

Pakaian dari bahan bulu binatang bisa saja rontok jika dicuci di dalam mesin cuci. Hal ini tentu bisa membuat pakaian lainnya kotor atau rusak. Selain itu, bulu yang rontok ini bisa saja menyebabkan kerusakan mesin cuci.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk membuka pintu mesin cuci setelah digunakan. Hal ini diharapkan bisa membuat mesin cuci kembali kering, bukannya lembap dan bisa menjadi sarang bakteri penyebab penyakit.

TRENDING :  Minyak Goreng Curah Sebenarnya Aman Tidak Sih?

Sumber:

  1. 2019. Mesin Cuci Juga Bisa Jadi Sarang Penyakit. cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190930112440-255-435286/mesin-cuci-juga-bisa-jadi-sarang-penyakit. (Diakses pada 9 Oktober 2019).

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA DOKTER SEHAT

Komentar

ARTIKEL TERDAHULU