oleh

Sasar Pedesaan, IHI Sinjai Beri Penyuluhan Hukum KDRT dan Kekerasan Anak Kepada Warga Arabika

SINJAI, BB — Akhir-akhir ini media cetak maupun elektronik sering menayangkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami terhadap istri, ayah terhadap anak,
ibu terhadap anak dan pengasuh terhadap anak asuhnya serta majikan terhadap pembantu rumah tangga.

Kejadian tersebut tidak hanya melibatkan keluarga yang mampu yang bertempat tinggal di perkotaan saja, melainkan telah melibatkan masyarakat yang tidak mampu yang bertempat tinggal di pedesaan terutama yang menjadi korban kekerasaan dalam
rumah tangga adalah perempuan.

Akibat dari tindak kekerasan tersebut dapat menimbulkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia dan khususnya masyarakat Sinjai yang berkualitas perlu adanya upaya bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam menanggulangi permasalahan kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan anak tersebut.

Untuk penanganan masalah ini memang diperlukan penanganan terpadu. Sehubungan dengan hal tersebut dalam rangka usaha mencegah dan menanggulangi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan anak, Yayasan Institut Hukum Indonesia (IHI) Biro Sinjai mengambil bagian dalam hal melakukan penyuluhan Hukum, di Kantor Desa Arabika, Kecamatan sinjai Barat Kabupaten Sinjai, Rabu (9/10/19)

Kegiatan yang kali kedua dilaksanakan itu, turut dihadiri Camat Sinjai Barat Bapak A.Paris S.Kes, Kapolsek Sinjai Barat, dan peserta dari staf Desa Arabika, BPD Arabika, para Kepala Dusun, PKK Arabika, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda, pembina TK/TPA, guru sekolah, organisasi kepemudaan dan masyarakat umum. Kegiatan berlagsung dengan antusias dari puluhan peserta.

Camat Sinjai Barat A.Paris S.Kes, yang membuka acara Penyuluhan Hukum Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Perlindungan Anak, yang digelar oleh Yayasan Institut Hukum Indonesia (IHI) Biro Sinjai, dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas inisiasi IHI Sinjai dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dan kedepannya siap membantu kegiatan penyuluhan ketika dilalukan lagi oleh IHI Sinjai dan meminta dilaksanakan di daerah terpencil hususnya di desa-desa yang ada di Sinjai Barat itu sendiri.

TRENDING :  Turut Prihatin, Jajaran Puskesmas Kampala Kunjungi Korban Kebakaran

“Atas nama pemerintah Daerah Camat sinjai Barat mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan tersebut, semoga kegiatan-kegiatan seperti ini mampu memberikan pemahaman terhadap masyarakat Desa Arabika agar kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlindungan anak tidak terjadi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Institut Hukum Indonesia Kab. Sinjai, yang dalam hal ini di wakili oleh wakil ketua IHI Sinjai Supardi, menyampaikan jika kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai, tema KDRT dan Kekerasan Anak, dalam penyuluhan ini kata Supardi tidak lain mengingat tingkat KDRT dan kekerasan Anak di Sinjai masih tergolong tinggi.

“Dalam penyuluhan ini, ada tiga narasumber terkait yang kami hadirkan, sehingga harapan kami kegiatan ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat, akan batasan-batasan apa saja yang bisa dilakukan dalam menjalin rumah tangga dan perlindungan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan penyuluhan hukum tentang Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perlidungan Anak ini melibatkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sinjai diwakili oleh Muh.Syakir S.Pd, Kapolres Sinjai diwakili oleh kopolsek Sinjai Barat, Bripka Wirsalim, dan Konselor Puspaga Kabupaten Sinjai Nurul Iffah, S.Pd, sebagai narasumber. (Abd. Karim)

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

Komentar

ARTIKEL TERDAHULU