oleh

5 Mitos dan Fakta Tentang Susah BAB

loading...
sakit-perut-susah-bab-doktersehat
Photo Source: Flickr/jonnyhunter

DokterSehat.Com– Siapa sih yang bisa merasa nyaman dan tenang jika mengalami masalah susah buang air besar (BAB). Hal ini membuat perut terasa sangat penuh dan tidak nyaman. Masalahnya adalah hal ini juga menyebabkan munculnya berbagai macam mitos yang tidak selalu benar tentang susah BAB. Apa sajakah mitos-mitos tersebut?

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Susah BAB

Terdapat banyak sekali faktor yang menyebabkan masalah susah BAB. Sebagai contoh, jika kita kurang minum, maka hal ini akan mempengaruhi kondisi saluran pencernaan dan akhirnya membuat laju kotoran di dalam usus melambat. Hal ini juga akan membuat kotoran menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Meskipun begitu, seringkali hal ini terkait dengan pola makan yang buruk. Sebagai contoh, kebiasaan makan kurang serat terbukti menjadi penyebab utama masalah pencernaan ini. Selain itu, jika kita jarang sarapan, maka usus cenderung tidak mudah terangsang untuk berkontraksi. Kebiasaan kurang gerak, malas berolahraga, hingga mengonsumsi produk susu atau makanan berlemak tinggi berlebihan juga bisa menjadi penyebabnya.

Beberapa Mitos dan Fakta Terkait dengan Susah BAB

Terdapat beberapa mitos terkait dengan susah BAB yang dipercaya oleh masyarakat.

Berikut adalah kebenaran terkait dengan mitos-mitos tersebut.

  1. Banyak Minum Bisa Atasi Susah BAB

Pakar kesehatan menyebut banyak minum hanya akan bermanfaat dalam mencegah susah BAB. Hal ini berarti, jika kita sedang mengalami sembelit dan banyak minum, dampaknya sebenarnya tidak begitu terasa. Justru, kita akan megalami sensasi kembung dan lebih sering buang air kecil akibat hal ini.

Meskipun begitu, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tetap memenuhi kebutuhan air putih setiap hari demi mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal.

  1. Makanan Berserat Bisa Atasi Susah BAB

Sayangnya, hal ini juga tidak memberikan dampak berarti bagi kondisi susah BAB yang sedang dialami. Makanan berserat memang mencegah masalah susah buang air besar karena membantu membuat pencernaan menjadi lebih lancar, namun hal ini tidak akan serta merta membuat kotoran yang sudah mengeras atau menumpuk lebih mudah untuk dibuang.

  1. Kopi Bisa Mengatasi Susah BAB

Ada sebagian orang yang mengaku mengalami peningkatan keinginan buang air besar setetlah minum kopi. Hal ini membuat kopi dianggap sebagai obat pencahar alami yang aman. Sayangnya, ada sebagian orang lainnya yang jusru mengalami sembelit setelah meminumnya. Hal ini berarti, tidak semua orang bisa mendapatkan manfaat kopi dalam hal mengatasi susah buang air besar.

TRENDING :  Stockholm Syndrome, Ketika ‘Benci Menjadi Cinta’

Jika kita meminumnya saat perut masih kosong di pagi hari, bisa jadi hal ini justru akan membuat risiko terkena asam lambung tinggi meningkat. Hal ini tentu akan membuat perut semakin tidak nyaman, bukan?

  1. Faktor Usia Mempengaruhi Risiko Susah BAB

Semakin bertambah usia kita, semakin rentan kita mengalami masalah sembelit. Apalagi jika kita cenderung jarang berolahraga atau kurang gerak akibat kesibukan sehari-hari. Risiko terkena gangguan pencernaan ini tentu akan semakin meningkat.

  1. Stres Bisa Memicu Sembelit

Stres bisa menyebabkan sembelit. Hal ini disebabkan oleh kemampuan stres dalam mempengaruhi sistem saraf dan kontraksi usus. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya mengendalikan stres dengan lebih baik.

Berolahraga bisa membantu kita mengatasi masalah susah BAB yang sedang diderita. Hal ini diharapkan bisa merangsang kontraksi usus. Memperbanyak asupan serat dan minum air juga bisa dijadikan pilihan meskipun efeknya sebenarnya tidak begitu besar. Hanya saja, jika kondisi ini sampai terjadi lebih dari tiga hari, sebaiknya kita meminta bantuan dokter untuk mengatasinya.

Sumber:

  1. Widyawinata, Rena. Membongkar Mitos dan Fakta Seputar Susah BAB. com/id-id/kesehatan/health-news/membongkar-mitos-dan-fakta-seputar-susah-bab/ar-AAHVFHB. (Diakses pada 12 Oktober 2019).

ARTIKEL INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA DOKTER SEHAT

loading...

Komentar

ARTIKEL TERDAHULU