oleh

Libatkan Remaja Edarkan Narkoba, Suami Ditembak Istri Diciduk

loading...

MAKASSAR, BB — Sepasang suami, dan seorang pria yang masih dibawah umur, Akbardan Nur Susil Susanti Dg Tata (25) serta remaja berinisial FJ (16), setiap pembesuk datang hanya tertunduk tersipu malu.

Akbar sebelumnya mendapat tindakan tegas oleh aparat Satuan Narkoba Polrestabes Makassar. Dia dilumpuhkan lantaran mencoba melarikan diri saat digiring dalam pengembangan penunjukan barang bukti narkotika yang dikuasainya. Berdasarkan pengakuannya bahwa barang haram lainnya ia sembunyikan di Jalan AP. Pettarani, Kecamatan Rappocini.

“Hanya saja proses pengembangan tak berjalan mulus lantaran Akbar melakukan perlawanan dengan cara memukuli dan mendorong petugas, kesempatan itu dimanfaatkan Akbar untuk mencoba melarikan diri. Upaya persuasif dengan dilepaskan tiga kali tembakan ke udara tak digubris, dengan terpaksa kami mengambil tindakan tegas dengan mengarahkan moncong pistol secara terukur, peluru kembali kami lepaskan dan menerjang kaki Akbar. Barulah langkah kakinya terhenti, selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” jelas Diari, Rabu (13/11/2019)

Mantan Wakapolres Wajo ini mengungkapkan, bahwa sebelumnya Akbar bersama Istrinya melibatkan seorang anak dibawah umur dalam melancarkan aksinya dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu. Mereka ditangkap oleh Tim Hiu Satuan Narkoba Polrestabes Makassar pada Hari Sabtu (9/11/2019), sekira pukul 21.30 Wita.

“Jadi pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang dikuasai oleh sepasang suami istri ( Pasutri) ini Akbar (24) dan Nur Susil Susanti Dg Tata (25) serta kurir berinisial FJ (16) bermula dari informasi warga. Informasi kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Hiu Polrestabes Makassar untuk menyelidiki terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba tersebut di Jalan Bontoduri10 lorong 4 , Kelulahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate,” kata Diari.

Lebih lanjut Diari mengungkapkan, setelah terkuak dari penyelidikan, Tim Hiu kemudian menggerebek sebuah rumah kos yang dihuni pelaku yang sudah dikantongi identitasnya itu. Hasilnya sepasang suami istri (Pasutri) Akbar dan Nur serta seorang remaja berinisial FJ berhasil dibekuk, penggeledahan pun dilakukan dan juga ditemukan didalam kamar Akbar beberapa barang bukti jenis sabu.

TRENDING :  Maulid Nabi, Bupati Sinjai: Mari Pertebal Rasa Kebersamaan dan Toleransi

“Ketika diintrogasi Akbar mengakui bahwa barang haram yang disita itu betul saja sebelumnya telah dikuasainya dan ia mengaku bahwa sebagian barang haram tersebut ia telah edarkan dan diakuinya jika sudah tiga bulan menggeluti bisnis haram tersebut. Selain itu Akbar mengaku memperoleh dari hasil pengedasan itu ia memperoleh senilai bayar Rp200 ribu per gram.

Tidak sampai disitu saja sambung Diari, Akbar juga mengungkapkan bahwa barang haram itu ia peroleh dengan cara diarahkan oleh seorang lelaki berinisial IN yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“Katanya dia untuk memperoleh barang haram itu saat diarahkan oleh lelaki IN (DPO), untuk mengambil sabu-sabu tersebut yang telah di tempelkan di depan sebuah ruko di Jalan Sungai Saddang Makassar. Dan Akbar mengakuinya sudah mengambil sabu-sabu sebanyak 5 kali setelah itu ia melibatkan istrinya dan seorang remaja FJ mengedarkan barang haram itu,” ungkap Diari menirukan pengakuan pelaku Akbar.

Dari penangkapan ketiganya kata Diari lagi, barang bukti yang berhasil disita berupa satu paket plastik besar berisi sabu-sabu dengan berat kl, 25 gram, satu buah alat isap/bong lengkap dengan pirex kaca, empat (4) buah sachet plastik kecil kosong, dua buah shaset plastik besar kosong, satu buah korek api, satu unit ponsel Android merk Vivo warna merah dan satu buah dompet. (Ismar)

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

loading...

Komentar

ARTIKEL TERDAHULU