oleh

Napi, Residivis Serta Pemasok, Narkoba Ditembak

loading...

MAKASSAR, BB — Tiga orang lelaki dalam kondisi melangkah tertatih di bui sel Mapolrestabes Makassar, ketiganya kala melangkah sesekali meringis kesakitan. Identitas ketiganya masing-masing bernama Amir, Arwan dan seorang nara pidana di Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sari, Kota Makassar, bernama Rusdin alias Black.

Ketiganya diberikan tindakan tegas oleh aparat kepolisian Satuan Narkoba Polrestabes Makassar lantaran melakukan perlawanan saat digiring dalam pengembangan penunjukan barang bukti kejahatannya dalam penyalagunaan narkotika.

Sesaat mereka ketiganya lepas dari kawalan polisi ketiganya memanfaatkan situasi untuk mencoba melarikan diri. Tiga kali tembakan dilesatkan ke udara. Namun ketiganya mengabaikannya dengan terpaksa ketiganya diberondong peluru. Barulah langkah kakinya terhenti setelah timah panas melesat dikakinya masing-masing.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Diari Astetika mengatakan, pengungkapan tiga kawanan tersangka narkoba dilumpuhkan itu pada hari Rabu (13/11/2019) pekan lalu, bermula dari informasi dari pihak Rutan Klas I Makassar.

“Informasi kemudian ditindaklanjuti Tim Elang yang turun menyelidiki informasi diterimanya itu. Disebutkan bahwa salah seorang Napi bernama Rusdin yang akrab disapa black, mengusai barang haram jenis sabu,” jelas Diari, Selasa (19/11/2019)

Dia melanjutkan, Proses penyelidikan pun berlangsung. Tim Elang mendalami informasi tersebut. Diperoleh informasi dari petugas rutan menyebutkan bahwa telah ditemukam barang titipan berupa charger laptop.

“Begitu petugas rutan menyampaikan adanya barang haram diselundupkan ke rutan Klas I Makassar. Tim Elang langsung bergerak ke Rutan. Dari pihak petugas rutan mengungkapkan bahwa setelah pihaknya mencurigai sebuah charger yang dititip sudah dimodifikasi kemudian diperiksa ternyata didalam charger berisi Shabu seberat 50 gram. Dari sinilah Tim Elang mendalami muasal barang haram tersebut,” kata Diari.

Pemilik barang haram semula dikuasai oleh Black kata Diari, kemudian Balck diperiksa secara intensif. Hasilnya identitas terduga pemasok barang haram itu berhasil dikantongi.

TRENDING :  9 Ranperda Ini Telah Disetujui DPRD Sinjai

“Black usai diintrogasi selanjutnya digiring dalam pengembangan penunjukan identitas yang disebutkan tersebut yang katanya beralamat di Kabupaten Gowa. Sebuah rumah disana dikepung Tim Elang. Pria bernama Amir tak bisa berkelit didepan petugas. Penggeledahan pun dilakukan. Hasilnya ditemukan barang bukti lima shaset sabu,” beber Diari.

Tidak sampai disitu sambungnya, lagi-lagi kedua tersangka setelah bernyanyi. Dari Gowa. Tim Elang menggiring kedua tersangka dalam pengembangan penunjukan keterlibatan rekannya yang beralamat di Jalan Baji Dakka.

“Di Jalan Baji Dakka. Tim Elang mengepung sebuah rumah, pelaku mengetahui kedatangan petugas ia hendak mencoba melarikan diri. Namun lokasi sudah diblokade. Orang yang menjadi target bernama Arwan berhasil diringkus saat sedang pesta sabu. Dari tangannya diamankan barang bukti berupa delapan shaset sabu siap edar,” urai Diari.

Lebih lanjut mantan Waka Polres Wajo ini mengungkapkan, bahwa salah satu dari ketiga tersangka bernama Amir bukan kali pertama dalam kasus narkoba. Namun Amir sudah berstatus residivis kasus Narkoba.

“Si Amir sudah berstatus residivis dan ia baru tiga bulan hirup udara bebas, setelah menjalani vonis 2 tahun. Namun berulah lagi. Peran Arwan sendiri. Dia pemasok sabu masuk ke rutan yang diterima oleh Black berdasarkan pesanannya seberat 50 gram. Black yang mengedarkan di Rutan. Kini ketiganya usai ditembak dijebloskan ke balik jeruji besi Mapolrestabes Makassar,” pungkas Kasat Narkoba. (Ismar)

BERITA INI TELAH TAYANG DI SITUS BERITA BERITA BERSATU

loading...

Komentar

ARTIKEL TERDAHULU